Rabu, 11 Januari 2012

Sabtu, 03 Desember 2011

[Kisah Inspiratif] BERIKAN DAN LUPAKAN..!!!


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥♥

Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?''

Senin, 07 November 2011

Maafkan Salahku?? ibu

Kisah ini merupakan kisah nyata dari seorang suami yang sedang diberi cobaan berat yaitu isterinya sakit dan tak kunjung sembuh.


Dan diceritakan kembali oleh Jamil Azzaini. Semoga bisa menyadarkan kita2


Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.





Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata:

“Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”

Saya pun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya”

Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.”
“Memang harganya berapa dok?” Tanya saya.

Jumat, 28 Oktober 2011

tips mencegah kebimbangan dan kekacauan

Alhamdullah, beberapa hari setelah dilanda kebimbangan dan kekacauan yang sungguh luar biasa, saya bisa juga tenang. Bersyukur hanyalah itu yang bisa saya gambarkan untuk membalas semuanya. Guys, entah muda atau tua, kalian adalah manusiayang diciptkan Tuhan dengan begitu sempurna. So, gunakanlah waktu dengan bijak. Ada beberapa kiat-kiat mengatasi kebimbangan dan kekacauan yang saya peroleh melalui bacaan harian saya. silahkan dicoba :


 
1. renungkanlah kehidupan dengan mata hati agar anda tahu pasti bahwa kehidupan ini tidaklah sempurna. Namun, kebaikan yang dominan di dalamnya adalah tujuan yang harus diperjuangkan. Inilah renungan yang benar, dan yang selain itu adalah kehidupan di alam khayal.
2. Ingatlah selalu bahwa yang diminta dari anda dan ditakdirkan untuk anda adalah bekerja (beramal) dan mengambil sebab-sebab. adapun hasil akhirnya berada di tangan Allah.
3. Bacalah biografi orang-orang besar dan cermatilah kehidupan mereka agar anda tahu bahwa ternyata di dalamnya ada kesuksesan maupun kegagalan, bukan semata-mata kesuksesan.
4. Lakukanlah kajian terhadap kesempurnaan dan kekuatan diri anda. Dengan begitu, anda bisa melihat sebagian nikmat Allah pada diri anda, dan anda tahu bahwa pada diri anda tersimpan kesempurnaan dan kekuatan.
5. ingatlah selalu aktivitas dan pekerjaan anda yang sukses, dan biasakan untuk mengingat-ingat hal itu setiap kali dan anda merasa bimbang dan kacau.
6. Jika anda mendambakan kesempurnaan dan idealisme maka jalannya adalah bekerja dan berusaha untuk sampai tujuan, bukan berhenti dan menunggu.
7. Gunakanlah akal anda dan pertimbangkan dua hal : Anda mengerjakan sesautu atau tidak mengerjakan sesuatu secara mutlak. Renungkanlah mana yang lebih baik di antara kedua hal itu, dimana anda tidak punya ketiga dalam hal ini.
8. Jika anda terancam gagal dalam suatu pekerjaan katakanlah, “Allah telah mentakdirkan. Apa saja yang dia kehendaki maka Dia melakukannya. sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya akan kembali. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan berikanlah aku ganti yang lebih baik daripada itu.”
Itulah kiat-kiat menyikapi keraguan. Semoga bermanfaat.